Arsitek, Interior atau Sipil?

Kalau ingin membangun rumah siapa yang harus kita cari? Seorang arsitek, interior atau sipil. Pertanyaan yang membingungkan. Baca artikel ini untuk menentukan pilihan yang terbaik.

Peran dan Fungsi

Arsitek adalah orang yang merencanakan dan merancang sebuah lingkungan buatan. Baik itu rumah, ruko, fasilitas umum ataupun sebuah kota. Pekerjaan utamanya adalah menggali kebutuhan pengguna sampai menemukan masalah. Berangkat dari masalah itu seorang arsitek merancang solusi, yaitu lingkungan buatan sesuai kebutuhan pengguna. Lingkungan buatan ini menjadi filter atas lingkungan alam sehingga manusia dapat melakukan kegiatannya. Contoh: tenda kulit binatang pada jaman pra sejarah berguna untuk tidur dan berlindung dari cuaca ekstrim dingin. Pusat perbelanjaan mengakomodasi kebutuhan berbelanja di satu tempat.

Arsitek kemudian bekerja sama dengan insinyur sipil untuk menghitung kekuatan konstruksi dan membicarakan bagaimana bangunan tersebut dapat dibangun. Ahli sipil memiliki kemampuan untuk merencankan dan merancang solusi konstruksi bangunan. Mau yang tahan gempa? tidak roboh bila dibangun 100 tingkat ke atas? Atau mungkin mau membangun di lahan rawa.

Lalu apakah Interior Designer itu? Merekalah yang merancang furnitur dan dekorasi interior yang lebih spesifik. Furnitur yang memenuhi cita rasa dan tuntutan ergonomis merupakan solusi interior designer untuk pengguna. Pilihan dekorasi tertentu menghasilkan nuansa tertentu pun karya mereka. Mungkin Anda berpikir lebih mudah saya ke toko furnitur cari sendiri dan bawa pulang. Betul, namun lebih mudah dan bagus seorang Interior Designer yang bekerja.

Siapa Yang Membangun

Dengan mengetahui fungsi arsitek, sipil dan interior designer maka Anda dapat bertanya kepada kontraktor, “Jasa apa yang Anda sediakan? arsitektur, sipil atau interior?” Mungkin saja dalam satu kontraktor terdapat satu atau lebih jasa. Anda harus tahu tipe proyek dan pemerannya.

Bagaimana sebuah proyek berlangsung. Ambilah contoh bangunan sederhana, yaitu rumah. Klien mencari seorang arsitek. Arsitek akan membantu menggali kebutuhan dan batasan-batasan atas kebutuhan Anda. Dari proses ini munculah bentuk rumah dan berapa biaya yang akan diperlukan. Seorang sipil dan interior mulai dapat terlibat bila dibutuhkan. Tahap negosiasi dengan kontraktor mulai. Dengan anggaran tersebut maukah kontraktor membangunnya untuk Anda. Bila oke, maka proyek mulai djalankan. Setelah urusan konstruksi selesai, interior designer dapat dipanggil. Akhirnya interior designer akan menyediakan furnitur dan dekorasi yang sesuai dengan model rumah.

Mungkin proses ini dapat dilakukan oleh seorang dengan kemampuan arsitektur, sipil dan interior sekaligus. Saya katakan kemampuan artinya belum tentu si orang tersebut lulusan arsitektur, sipil dan interior. Namun saya punya catatan khusus mengenai hal ini:

  • Desain rumah bagus, tetapi struktur dan interior jelek = gagal.
  • Struktur bagus, tetapi desain rumah dan interior jelek = gagal.
  • Interior bagus, tetapi desain rumah dan struktur jelek = gagal.

Menghasilkan desain rumah, struktur dan interior yang bagus membutuhkan orang yang tepat pada saat yang tepat.

Artikel in ditulis pada Jumat, 4 April 2008 di kategori Berita. Anda dapat mengikuti respon pembaca melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat meninggalkan respon, atau trackback dari web site Anda sendiri.

5 Responses to “Arsitek, Interior atau Sipil?”

  1. cheriatna on April 20th, 2008 at 9:49 am

    blog berkesan, teruslah menulis.
    salam dari arsitek interior

  2. C Sutanto on April 22nd, 2008 at 7:34 pm

    terima kasih atas kunjungannya.

  3. sintia on Mei 1st, 2008 at 7:32 am

    bisa kasih contoh nggak bangunan yang gagal itu?

    Sydney Opera House, John Utzon. Desain yang menawan, biaya konstruksi yang 1400% lebih besar, dan masalah kualitas suara indoor.

  4. Thomas W.W on Oktober 8th, 2008 at 2:14 pm

    Tulisan anda sangat bermanfaat sekali dan dapat membuka wawasan awam.sekarang ini tidak di pungkiri kebanyakan orang memilih langsung menunjuk kontraktor untuk membuat bangunan tanpa mengerti apa yang mereka butuhkan. dan kontraktor tentunya akan memilih bekerja sesuai dengan budget dari pada pusing memikirkan urusan design, hasil akhir, design ambil gambar yang sudah ada dan klien kadang bingung dengan manfaat ruang yang ada.

    salam dari yang masih belajar menjadi Arsitek

  5. P Yuliantoro on Juni 14th, 2010 at 6:24 pm

    Memang benar pak sutanto bahwa setiap orang mempunyai kemampuan masing-masing menurut spesialisasinya, maka dalam proses design si arsitek pun butuh seorang insinyur sipil/elektrikal dll dalam menyelesaikan pekerjaan itu secara bersama-sama yang hasilnya menjadi suatu rancangan yang sempurna.
    Terimaksih

Leave a Reply

Selamat datang

Anda akan menemukan ide ataupun catatan tentang arsitektur, interior, rumah dan jasa konsultan dan kontraktor. Isi dari web ini merupakan buah pikiran pribadi. Komentar dan kritik akan sangat membantu.

 

Tag

Suara Pembaca

Galeri

Putting Our Temperaments in the Service of God Tertawa bersama Setahun Dahon Eco Tertawa senang karena kenyang Warteg blok F, Tanah Abang Sebelum periksa kandungan - beli gorengan 

FeedBurner

Web ini menggunakan fitur FeedBurner untuk mempermudah Anda membaca artikel tentang arsitektur, interior atau desain rumah pada Feed Reader Anda atau langsung di FeedBurner/arsitek.

 

Social Bookmark

Anda dapat menyimpan link halaman ini di web site Social Bookmark. Klik pilihan di bawah dan pilih social bookmark Anda